30 Soal Cerita TIU CPNS 2026 dan Cara Penyelesaiannya

SuratPlus Contributor
•5 Okt 2026•
8 min read
Pembahasan soal cerita CPNS
Pembahasan soal cerita CPNS

SuratPlus - Soal cerita TIU sering bikin panik bukan karena rumusnya susah, tapi karena kamu harus menerjemahkan kalimat panjang jadi angka dalam waktu kurang dari satu menit. Padahal begitu narasi soal berhasil "dibongkar" jadi persamaan sederhana, sisanya cuma hitung-hitungan dasar. Artikel ini membahas 30 soal cerita TIU CPNS 2026 lengkap dengan cara penyelesaiannya, dikelompokkan berdasarkan pola soal yang paling sering keluar di CAT BKN, supaya kamu bisa langsung latihan tanpa perlu buka banyak sumber lain.

Kalau kamu belum familiar dengan sistem penilaiannya, cek dulu passing grade CPNS 2026 supaya tahu target skor TIU yang harus kamu kejar sebelum masuk ke latihan soal.

Soal Cerita TIU Aritmatika Sosial yang Sering Muncul

Aritmatika sosial menguji seberapa cepat kamu menghitung untung, rugi, diskon, dan bunga dalam konteks jual-beli sehari-hari. Kuncinya: selalu cari dulu "harga acuan" sebelum menghitung persentase.

Contoh 1 — Diskon Bertingkat

Sebuah toko memberi diskon 20% lalu diskon tambahan 10% untuk sepatu seharga Rp400.000. Berapa harga akhir?

Pembahasan: Diskon pertama: 400.000 − (20% × 400.000) = 320.000. Diskon kedua dihitung dari harga baru: 320.000 − (10% × 320.000) = Rp288.000. Jebakannya ada di sini — banyak peserta salah menjumlahkan 20% + 10% = 30% langsung dari harga awal, padahal diskon bertingkat tidak bisa dijumlahkan begitu saja.

Contoh 2 — Untung Rugi

Pedagang membeli 50 kg beras seharga Rp600.000, lalu menjualnya Rp13.000/kg. Berapa persentase untungnya?

Pembahasan: Harga jual total = 50 × 13.000 = 650.000. Untung = 650.000 − 600.000 = 50.000. Persentase untung = (50.000/600.000) × 100% = 8,33%.

Contoh 3 — Bunga Tunggal

Pak Anto menabung Rp2.000.000 dengan bunga tunggal 5% per tahun. Berapa saldo setelah 3 tahun?

Pembahasan: Bunga per tahun = 5% × 2.000.000 = 100.000. Tiga tahun = 300.000. Saldo akhir = Rp2.300.000.

Soal Cerita TIU Perbandingan dan Skala yang Wajib Kamu Kuasai

Soal perbandingan biasanya menjebak lewat perbandingan berbalik nilai — situasi di mana satu variabel naik justru membuat variabel lain turun.

Contoh 4 — Perbandingan Senilai

Untuk membuat 5 loyang kue dibutuhkan 2 kg tepung. Berapa tepung untuk 12 loyang?

Pembahasan: 2/5 = x/12 → x = (2 × 12)/5 = 4,8 kg.

Contoh 5 — Perbandingan Berbalik Nilai

Sebuah proyek selesai 20 hari dengan 8 pekerja. Jika pekerja ditambah jadi 10 orang, berapa hari proyek selesai?

Pembahasan: 8 × 20 = 10 × x → x = 160/10 = 16 hari. Ini pola klasik: makin banyak pekerja, makin cepat selesai, sehingga hasil kali harus tetap sama.

Contoh 6 — Skala Peta

Jarak dua kota di peta berskala 1:500.000 adalah 6 cm. Berapa jarak sebenarnya?

Pembahasan: 6 × 500.000 = 3.000.000 cm = 30 km.

Soal Cerita TIU Kecepatan, Jarak, dan Waktu

Rumus dasarnya cuma satu: jarak = kecepatan × waktu. Yang membuat soal ini terasa sulit adalah variasi konteks — berpapasan, menyusul, atau berangkat beda waktu.

Contoh 7 — Berpapasan

Dua mobil berangkat dari kota A dan B yang berjarak 300 km secara bersamaan, saling mendekat. Kecepatan mobil A 60 km/jam dan mobil B 40 km/jam. Kapan mereka berpapasan?

Pembahasan: Kecepatan gabungan = 100 km/jam. Waktu = 300/100 = 3 jam.

Contoh 8 — Menyusul

Andi berangkat jam 07.00 dengan kecepatan 40 km/jam. Budi berangkat dari titik sama jam 08.00 dengan kecepatan 60 km/jam. Jam berapa Budi menyusul Andi?

Pembahasan: Saat jam 08.00, Andi sudah menempuh 40 km. Selisih kecepatan = 20 km/jam. Waktu menyusul = 40/20 = 2 jam setelah jam 08.00 = jam 10.00.

Contoh 9 — Kecepatan Rata-rata

Seseorang menempuh 60 km dengan kecepatan 30 km/jam, lalu 60 km lagi dengan kecepatan 60 km/jam. Berapa kecepatan rata-ratanya?

Pembahasan: Waktu tempuh pertama = 2 jam, kedua = 1 jam. Total jarak 120 km, total waktu 3 jam. Kecepatan rata-rata = 40 km/jam — bukan (30+60)/2 = 45 km/jam seperti yang sering dikira banyak peserta.

Soal Cerita TIU Himpunan yang Sering Bikin Bingung

Soal himpunan CPNS biasanya berbentuk survei kelas atau kantor. Trik cepatnya: gambar diagram Venn dua atau tiga lingkaran, jangan langsung hitung dengan rumus hafalan.

Contoh 10 — Himpunan Dua Kelompok

Dari 40 siswa, 25 suka Matematika, 20 suka Fisika, dan 10 suka keduanya. Berapa siswa yang tidak suka keduanya?

Pembahasan: Suka salah satu = 25 + 20 − 10 = 35. Tidak suka keduanya = 40 − 35 = 5 siswa.

Contoh 11 — Himpunan Tiga Kelompok

Dari 100 pegawai, 50 bisa Excel, 40 bisa Word, 30 bisa keduanya, dan sisanya tidak bisa keduanya. Berapa pegawai yang tidak bisa Excel maupun Word?

Pembahasan: Bisa salah satu = 50 + 40 − 30 = 60. Tidak bisa keduanya = 100 − 60 = 40 pegawai.

Soal Cerita TIU Campuran (Usia, Pekerjaan, dan Pembagian)

Contoh 12 — Usia

Umur ayah 4 kali umur anak. 5 tahun lagi umur ayah 3 kali umur anak. Berapa umur anak sekarang?

Pembahasan: Misal umur anak = x, ayah = 4x. Lima tahun lagi: 4x+5 = 3(x+5) → 4x+5 = 3x+15 → x = 10 tahun.

Contoh 13 — Gabungan Pekerja

A menyelesaikan pekerjaan dalam 6 hari, B dalam 12 hari. Jika bekerja bersama, berapa hari selesai?

Pembahasan: Laju A = 1/6, laju B = 1/12. Gabungan = 1/6 + 1/12 = 3/12 = 1/4. Waktu = 4 hari.

Contoh 14 — Pembagian Uang

Uang Rp900.000 dibagi ke tiga orang dengan perbandingan 2:3:4. Berapa bagian orang kedua?

Pembahasan: Total bagian = 9. Bagian kedua = 3/9 × 900.000 = Rp300.000.

Sebagai insight tambahan yang jarang dibahas: pola soal cerita TIU CPNS dari tahun ke tahun cenderung mengulang "kerangka" yang sama meski angkanya diganti — misalnya soal menyusul selalu memakai selisih kecepatan, soal himpunan selalu memakai rumus irisan. Kalau kamu sudah hafal 6 kerangka besar ini (aritmatika sosial, perbandingan, kecepatan, himpunan, usia, dan gabungan pekerja), kamu sebenarnya sudah siap menghadapi variasi angka apa pun yang diujikan.

Tabel Kunci Jawaban Cepat: 16 Soal Cerita TIU Tambahan

Supaya kamu bisa latihan mandiri, berikut 16 soal tambahan dengan jawaban singkat. Coba kerjakan dulu sebelum melihat kolom pembahasan.

NoSoal SingkatJawabanPola
15Harga baju Rp250.000 didiskon 15%, berapa harga akhir?Rp212.500Aritmatika sosial
16Modal Rp1.500.000, rugi 10%, berapa harga jual?Rp1.350.000Untung rugi
178 pekerja selesai 15 hari, jika 12 pekerja berapa hari?10 hariBerbalik nilai
18Peta skala 1:200.000, jarak 4 cm, jarak asli?8 kmSkala
19Kereta A dan B berpapasan, jarak 250 km, kecepatan 50 & 75 km/jam, berapa jam?2 jamBerpapasan
20Motor menempuh 90 km dalam 1,5 jam, berapa kecepatannya?60 km/jamKecepatan dasar
21Dari 60 orang, 35 suka kopi, 25 suka teh, 10 suka keduanya, berapa suka salah satu saja?40 orangHimpunan
22Umur kakak 2x umur adik, jumlah umur 36, berapa umur adik?12 tahunUsia
23C selesai kerja 8 hari, D 8 hari juga, bersama berapa hari?4 hariGabungan pekerja
24Uang Rp1.200.000 dibagi rasio 1:2:3, bagian terkecil?Rp200.000Pembagian
25Barang dibeli Rp80.000, dijual untung 25%, harga jual?Rp100.000Untung rugi
265 mesin selesai produksi 12 hari, 10 mesin berapa hari?6 hariBerbalik nilai
27Jarak tempuh 150 km, kecepatan 50 km/jam, berapa waktu?3 jamKecepatan dasar
28Dari 80 siswa, 45 ikut OSN Matematika, 30 ikut OSN IPA, 15 ikut keduanya, berapa tidak ikut keduanya?20 siswaHimpunan
29Umur ibu 5x umur anak, 10 tahun lagi 3x, berapa umur anak sekarang?10 tahunUsia
30Modal usaha dibagi 3 orang rasio 3:4:5, bagian tengah dari total Rp2.400.000?Rp800.000Pembagian

Kalau dari 16 soal di atas kamu masih keliru lebih dari 4 soal, itu tandanya kamu perlu latihan dengan simulasi waktu nyata, bukan cuma baca pembahasan. Coba simulasi CAT BKN gratis di SuratPlus supaya kamu terbiasa mengerjakan soal cerita TIU dengan tekanan waktu seperti ujian sesungguhnya, lengkap dengan pembahasan tiap butir soal.

Cara Berlatih Soal Cerita TIU Biar Nggak Kejebak Waktu

Banyak peserta CPNS sebenarnya paham rumusnya, tapi kehabisan waktu karena kelamaan membaca ulang soal. Berikut pola latihan yang lebih efektif dibanding sekadar menghafal rumus:

  1. Garis bawahi angka dan kata kunci — kata seperti "bersamaan", "berbalik", atau "gabungan" langsung menunjukkan pola soal yang harus dipakai.
  2. Tulis persamaan sebelum menghitung — jangan langsung otak-atik angka, ini yang bikin peserta terjebak salah rumus.
  3. Latihan dengan timer per soal, maksimal 60 detik untuk soal aritmatika dasar dan 90 detik untuk soal himpunan atau kecepatan.
  4. Evaluasi pola kesalahan, bukan cuma skor akhir — catat jenis soal yang paling sering salah supaya latihan berikutnya lebih terarah.

Kalau kamu ingin strategi belajar mandiri tanpa ikut bimbingan belajar mahal, artikel tips lolos SKD tanpa bimbel membahas cara menyusun jadwal belajar TWK, TIU, dan TKP secara realistis untuk pekerja atau mahasiswa tingkat akhir yang waktunya terbatas.

Perlu diketahui juga, kisi-kisi resmi KepmenPANRB untuk CPNS 2026 belum dirilis saat artikel ini ditulis, sehingga pola soal di atas disusun berdasarkan tren soal SKD tahun-tahun sebelumnya. Begitu kisi-kisi resmi terbit, sebaiknya kamu cek kembali proporsi soal per subtes agar strategi belajarmu tetap relevan.

Jangan Lupa Siapkan Dokumen Pendaftaran Sambil Latihan Soal

Selagi fokus latihan soal cerita TIU, jangan sampai kelupaan urusan administrasi pendaftaran. Banyak instansi mensyaratkan dokumen seperti surat lamaran atau surat pernyataan dibubuhi materai resmi. Kamu bisa mengurus e-meterai langsung secara online tanpa perlu antre ke kantor pos, jadi waktu belajarmu tidak terpotong untuk urusan administratif yang sebenarnya bisa selesai dalam hitungan menit.

Semua kebutuhan itu — dari latihan soal, tryout, sampai dokumen pendaftaran — bisa kamu urus dalam satu platform di SuratPlus, jadi kamu nggak perlu buka banyak aplikasi berbeda menjelang masa pendaftaran CPNS 2026.

Saatnya Praktik, Bukan Cuma Baca

Baca pembahasan soal cerita TIU memang penting, tapi skor kamu baru benar-benar naik kalau sudah dilatih berulang dengan kondisi mirip ujian asli. Simpan halaman ini supaya bisa kamu buka lagi untuk mengulang 30 soal di atas, dan bagikan ke teman satu perjuanganmu yang juga sedang bersiap menghadapi SKD CPNS 2026. Setelah merasa cukup lancar dengan soal-soal ini, lanjutkan latihan dengan simulasi ujian penuh supaya kamu tahu persis di titik mana kecepatan dan akurasimu masih perlu diasah.