
SuratPlus - Persaingan kerja yang semakin ketat tidak membuat perusahaan serta-merta menaikkan standar akademik. Sebaliknya, tren yang terjadi justru sebaliknya—banyak perusahaan kini menggeser prioritas dari latar belakang pendidikan ke kualitas personal, sikap kerja, dan kemampuan komunikasi kandidat. Pergeseran ini terlihat nyata di lapangan, langsung dari mulut rekruter.
Gambaran ini tertangkap saat sejumlah perusahaan membuka booth rekrutmen di ajang Mega Career Expo Jobstreet, Gedung SMESCO, Jakarta, pada 17–18 April 2026. Dua perusahaan yang hadir, PT Chailease Finance Indonesia dan PT Yakult, memberikan gambaran jujur soal apa yang sebenarnya mereka cari dari kandidat—terutama fresh graduate.
Komunikasi Jadi Syarat Utama, Bukan IPK
Staf di booth PT Chailease Finance Indonesia menyampaikan secara terang-terangan bahwa perusahaannya terbuka untuk lulusan baru, tapi ada satu hal yang tidak bisa ditawar untuk posisi marketing.
"Karena kita lebih buka untuk yang fresh graduate, namun kita juga buka untuk yang berpengalaman. Tapi untuk yang fresh graduate kita pun carinya di bidang marketing, yang penting anaknya lebih komunikatif. Jadi dia tuh ada daya tarik untuk komunikasi yang jelas aja sih. Jadi penyampaian apa yang disampaikan saat selling (berjualan) itu bisa dicapai," katanya saat ditemui di lokasi, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, kemampuan menyampaikan pesan secara efektif dan berkesan tidak bisa dilatih dalam semalam—ini adalah bekal dasar yang harus sudah ada sebelum bergabung.
"Jadi kita berharap sih kandidat-kandidat itu bisa menyampaikan dengan baik, dan komunikasi yang berkesan sih," tambahnya.
Bagi kamu yang sedang mempersiapkan diri melamar, memahami apa yang membuatmu beda dari kandidat lain dan mampu mengomunikasikannya secara meyakinkan adalah keterampilan yang kini semakin dinilai tinggi oleh rekruter.
Mau Adaptasi dan Mau Belajar: Modal Wajib Fresh Graduate
Perwakilan dari booth PT Yakult—yang enggan disebutkan namanya—menegaskan hal senada. Namun ia menekankan satu hal lain yang tidak kalah penting dari kemampuan komunikasi: kemauan untuk beradaptasi dan terus belajar.
"Kalau dari soft skill sih, karena kita terbuka untuk fresh graduate ya jadi yang penting dia mau adaptasi sama mau belajar aja sih," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam lingkungan kerja yang dinamis, dua sikap itu menjadi fondasi penting bagi karyawan untuk terus berkembang—apalagi karena perusahaan menyediakan jenjang karier yang jelas.
"Dan kita juga karena ada jenjang karir, jadi ya penting banget tadi, kayak dia ada keinginan untuk belajar," lanjutnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perusahaan tidak membatasi latar belakang jurusan maupun usia secara kaku. Selama kandidat punya sikap terbuka dan semangat berkembang, peluang tetap ada.
"Jadi, yang penting kandidat mau adaptasi, mau belajar, jadi harusnya terbuka juga. Padahal kita dari sisi kualifikasi, usianya juga nggak ada yang terlalu sempit atau gimana, dan terbuka untuk semua jurusan juga," jelasnya.
Soal Usia: Tidak Ada Batasan Ketat untuk Posisi Fresh Graduate
Ketika ditanya soal batasan usia, perwakilan PT Yakult menyampaikan bahwa hal itu tidak menjadi hambatan, khususnya untuk posisi yang memang ditujukan bagi lulusan baru.
"Kita rentang usianya nggak ada, mungkin di beberapa posisi tertentu ada preferensi gitu ya. Apalagi karena ini kan posisi fresh graduate ya, berarti kita terbuka untuk banyak lulusan baru," katanya.
Ini menjadi sinyal penting: jika kamu merasa khawatir soal usia atau jurusan yang dianggap kurang relevan, dua perusahaan ini membuktikan bahwa kriteria tersebut tidak selalu menjadi penentu utama.
Gaji Mengikuti Standar Ketenagakerjaan, di Atas UMK
Soal besaran gaji, keduanya memilih untuk tidak mengungkapkan angka spesifik. Namun keduanya memberikan kepastian yang sama: kompensasi yang diberikan tidak di bawah standar yang berlaku.
"Lebih dari UMK pastinya. Kami sudah mengikuti standar peraturan Ketenagakerjaan juga sih, jadi pasti tidak di bawah UMK yang sudah ditetapkan. Cuma detailnya tidak bisa kita informasikan, karena secara grade juga ada variasi," kata staf PT Yakult.
Apa Artinya Ini bagi Para Pencari Kerja?
Kesaksian dari dua perusahaan ini mengonfirmasi apa yang sudah lama dirasakan banyak pencari kerja: gelar tidak lagi menjadi satu-satunya tiket masuk dunia kerja. Yang lebih menentukan adalah kesiapan kerja, mencakup kemampuan berkomunikasi, keterbukaan untuk beradaptasi, dan semangat belajar yang konsisten.
Bagi fresh graduate yang sedang aktif melamar, ini sekaligus menjadi panduan untuk mempersiapkan diri secara lebih terarah—bukan hanya soal apa yang tertulis di CV, tapi juga bagaimana kamu membawa dirimu saat berhadapan dengan rekruter.
Beberapa hal yang bisa langsung kamu siapkan:
- Pertajam kemampuan komunikasimu. Baik tertulis maupun lisan. Rekruter dari PT Chailease secara eksplisit menyebut komunikasi sebagai nilai jual yang tidak tergantikan untuk posisi marketing. Pelajari juga bagaimana cara menjawab kelebihan dan kekurangan saat wawancara kerja, karena pertanyaan ini hampir selalu muncul dan cara menjawabnya bisa menentukan kesan pertama yang kamu tinggalkan.
- Tunjukkan sikap adaptif dan keinginan belajar. Dua hal ini berulang kali disebut oleh rekruter PT Yakult sebagai prioritas utama. Kalau kamu bisa membuktikannya—baik lewat cerita pengalaman, proyek, maupun cara berbicara—peluangmu langsung meningkat.
- Pastikan dokumen lamaranmu sudah prima. Meski soft skill menjadi fokus, seleksi administrasi tetap dilalui terlebih dahulu. Kamu bisa buat cv ats online yang dirancang agar lolos sistem penyaringan otomatis dan mudah dibaca rekruter. Lengkapi juga dengan surat lamaran kerja yang ditulis secara personal dan relevan dengan posisi yang kamu lamar—bukan sekadar salinan template generik.
- Pelajari cara agar lamaranmu lebih cepat dilirik. Ada strategi dan pendekatan psikologis yang bisa membuat lamaran kerjamu lebih menonjol. Kamu bisa pelajari cara cepat dipanggil interview agar dokumen yang sudah kamu siapkan tidak hanya rapi, tapi juga benar-benar menarik perhatian HRD sejak pandangan pertama.
Kesimpulan: Peluang Tetap Ada, Asalkan Kamu Siap
Dari dua perusahaan yang ditemui di Mega Career Expo Jobstreet April 2026, satu pesan yang paling konsisten terdengar adalah: kualitas personal lebih diutamakan daripada latar belakang akademik semata. Komunikasi yang baik, sikap adaptif, dan kemauan belajar adalah tiga modal utama yang bisa membuka pintu—bahkan tanpa pengalaman kerja sebelumnya.
Bagi fresh graduate, ini bukan kabar yang seharusnya membuatmu pasrah. Justru sebaliknya—ini adalah kesempatan untuk bersaing bukan berdasarkan nama universitas atau IPK, tapi berdasarkan siapa dirimu dan seberapa siap kamu untuk berkembang.