Article

9 Contoh Pertanyaan dan Jawaban Interview Staf Gudang

SuratPlus Contributor
11 Sep 2025
5 min read
List pertanyaan wawancara untuk posisi staf gudang
List pertanyaan wawancara untuk posisi staf gudang

SuratPlus - Ngejar posisi Staf Gudang? Selamat! Pekerjaan ini penting banget lho, karena gudang itu jantungnya operasional perusahaan. Bayangin, semua barang masuk, disimpan, dan keluar dari gudang. Kalo kamu kepilih, berarti kamu bakal jadi salah satu orang paling vital. Nah, biar wawancara kerja Staf Gudang nanti berjalan mulus dan kamu bisa langsung dilirik HRD, yuk kita bedah bareng contoh pertanyaan interview Staf Gudang dan jawabannya yang bisa kamu siapkan.

Artikel ini bakal ngasih tahu kamu pertanyaan apa aja yang sering muncul, mulai dari yang standar sampai yang teknis banget. Plus, kita kasih tips cara jawabnya biar kamu terlihat profesional, kompeten, dan pastinya bisa jadi kandidat terbaik.

Pertanyaan Wawancara Staf Gudang Tentang Pengalaman Kerja dan Kepribadian

Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya buat ngetes seberapa cocok kamu dengan lingkungan kerja gudang. HRD pengen tahu kamu itu orangnya gimana, pernah kerja di gudang atau belum, dan seberapa tangguh kamu.

1. “Ceritakan tentang pengalaman kerja kamu di gudang sebelumnya.”

Tujuan: HRD ingin tahu rekam jejakmu. Tips Jawaban: Fokus pada tugas-tugas inti yang pernah kamu kerjakan. Sebutkan hal spesifik seperti:

  • Menerima dan memeriksa barang masuk (receiving).
  • Menyusun dan menyimpan barang (storing).
  • Menyiapkan pesanan (picking).
  • Mengemas dan mengirim barang (packing dan shipping).
  • Menggunakan alat bantu seperti forklift atau hand pallet.

Contoh Jawaban: “Sebelumnya saya bekerja selama dua tahun sebagai Staf Gudang di [Nama Perusahaan Sebelumnya]. Tugas utama saya adalah melakukan receiving barang, memastikan jumlah dan jenisnya sesuai dengan dokumen. Saya juga bertanggung jawab untuk menyusun barang di rak yang benar, melakukan stock opname bulanan, dan menyiapkan pesanan sesuai picking list. Saya terbiasa menggunakan hand pallet dan terampil mengoperasikan sistem inventori.”

2. “Kenapa kamu tertarik dengan posisi ini?”

Tujuan: HRD ingin tahu motivasi kamu. Tips Jawaban: Jangan cuma jawab karena butuh duit. Tunjukkan kalau kamu memang punya passion atau ketertarikan di bidang logistik dan gudang. Contoh Jawaban: “Saya sangat tertarik dengan posisi Staf Gudang karena saya menyukai pekerjaan yang dinamis, teratur, dan berfokus pada detail. Saya yakin pengalaman saya di bidang ini bisa jadi nilai tambah. Saya juga melihat perusahaan ini punya reputasi baik dan ingin berkontribusi langsung pada operasional yang efisien.”

3. “Bagaimana cara kamu menghadapi tekanan kerja?”

Tujuan: Gudang bisa jadi tempat yang sibuk, terutama saat puncak pesanan. HRD mau tahu seberapa tahan mental kamu. Tips Jawaban: Berikan contoh nyata. Jangan cuma bilang "saya bisa hadapi tekanan". Ceritakan situasi dan solusinya. Contoh Jawaban: “Di pekerjaan sebelumnya, kami sering kali harus menyelesaikan shipping ratusan paket dalam satu hari. Saya mengatasi tekanan itu dengan membuat skala prioritas, berkomunikasi aktif dengan tim, dan fokus pada satu tugas hingga selesai. Dengan begitu, pekerjaan jadi lebih teratur dan target bisa tercapai tanpa membuat saya panik.”

Pertanyaan Teknis Seputar Pekerjaan Staf Gudang

Ini bagian yang paling krusial. HRD mau tahu seberapa paham kamu sama tugas-tugas teknis di lapangan.

1. “Apa yang kamu ketahui tentang FIFO dan LIFO?”

Tujuan: Menguji pengetahuan teknis tentang manajemen inventaris. Jawaban: Jelaskan konsepnya.

  • FIFO (First In, First Out): Metode ini artinya barang yang pertama kali masuk ke gudang harus yang pertama keluar. Cocok buat barang yang punya masa kedaluwarsa, seperti makanan atau obat-obatan.
  • LIFO (Last In, First Out): Metode ini sebaliknya, barang yang terakhir masuk malah yang pertama keluar. Biasanya dipakai buat barang yang tidak punya masa kedaluwarsa dan sulit dipindahkan dari belakang, misalnya pasir atau batu.

2. “Bagaimana cara kamu memastikan barang yang dikirim tidak salah?”

Tujuan: Menguji ketelitian. Jawaban: “Pertama, saya akan selalu cek ulang dokumen picking list dengan barang yang sudah diambil. Kedua, saya akan verifikasi lagi nomor seri, SKU, atau kode produk sebelum packing. Ketiga, memastikan setiap barang yang sudah di packing diberi label yang jelas dan akurat. Double-check selalu jadi kunci utama untuk mencegah kesalahan.”

3. “Bagaimana prosedur receiving barang yang benar?”

Tujuan: Menguji pemahaman proses. Jawaban: “Prosedur yang benar dimulai dari penerimaan dokumen. Saya akan cocokkan surat jalan atau invoice dengan pesanan yang diharapkan. Lalu, periksa fisik barang untuk memastikan tidak ada kerusakan atau cacat, dan jumlahnya sesuai. Terakhir, saya akan input data barang yang sudah diterima ke dalam sistem inventaris perusahaan dan menyimpannya di lokasi yang tepat.”

4. “Apa itu Stock Opname?”

Tujuan: Menguji pengetahuan tentang inventaris. Jawaban:Stock Opname adalah kegiatan menghitung fisik semua barang yang ada di gudang. Tujuannya untuk mencocokkan data inventaris di sistem dengan jumlah barang yang sebenarnya ada di lapangan. Ini penting untuk mencegah discrepancy atau selisih data dan memastikan akurasi inventaris.”

Pertanyaan Situasional dan Pemecahan Masalah

Pertanyaan ini menguji cara kamu berpikir dan bertindak di situasi yang menantang.

1. “Apa yang akan kamu lakukan jika ada barang yang hilang atau rusak saat akan dikirim?”

Tujuan: Menguji integritas dan kemampuan problem solvingJawaban: “Saya akan segera melapor kepada atasan atau supervisor. Saya tidak akan mencoba menyembunyikannya. Setelah itu, saya akan mencatat barang yang hilang atau rusak tersebut, dan berkoordinasi dengan tim untuk mencari solusi terbaik, misalnya dengan menyiapkan barang pengganti (jika ada) atau mengikuti prosedur klaim kerusakan.”

2. “Bagaimana kamu mengatasi jika ada pesanan yang urgent dan harus diselesaikan cepat?”

Tujuan: Menguji kemampuan bekerja di bawah tekanan. Jawaban: “Saya akan prioritaskan pesanan tersebut di atas yang lain. Saya akan komunikasikan dengan tim atau supervisor untuk meminta bantuan jika diperlukan. Setelah pesanan mendesak itu selesai, saya akan kembali mengerjakan tugas yang tertunda. Kuncinya adalah komunikasi dan kolaborasi.”

Kesimpulan: Latihan Adalah Kunci

Wawancara Staf Gudang bukan cuma soal tahu teori, tapi juga soal seberapa siap kamu di lapangan. Latihlah jawabanmu, bayangkan situasinya, dan datanglah dengan penampilan yang rapi dan profesional. Sikap positif, kejujuran, dan kesiapan adalah modal utama. Selamat mencoba, semoga sukses mendapatkan pekerjaan impianmu!