Contoh Soal Deret Angka dan Berhitung Level HOTS 2026 Lengkap

SuratPlus Contributor
•29 Okt 2026•
6 min read
Contoh Soal Deret Angka dan Berhitung Level HOTS
Contoh Soal Deret Angka dan Berhitung Level HOTS

SuratPlus - Soal Deret Angka dan Berhitung level HOTS (Higher Order Thinking Skills) di CPNS 2026 bukan lagi sekadar "cari pola tambah atau kali sederhana". BKN makin sering menyisipkan pola berlapis, deret ganda, sampai soal cerita berhitung yang butuh dua-tiga langkah logika sebelum ketemu jawabannya. Kalau kamu masih mengandalkan insting tanpa strategi, soal tipe ini bisa menghabiskan waktu berharga di TIU.

Di artikel ini kamu akan dapat pemetaan lengkap jenis pola deret angka yang sering keluar, tabel ciri-ciri tiap pola, satu formula deteksi cepat yang jarang dijelaskan di tempat lain, dan banyak contoh soal HOTS lengkap dengan pembahasan langkah demi langkah. Yuk langsung kita bedah.

Kenapa Soal Deret Angka Level HOTS Makin Sering Muncul di CPNS 2026?

Karena soal deret angka level dasar sudah terlalu mudah ditebak lewat drilling soal-soal lama, BKN menaikkan tingkat kesulitan dengan menyisipkan pola berlapis dan soal cerita berhitung yang mengharuskan peserta berpikir multi-langkah, bukan sekadar menghafal urutan pola.

Soal HOTS juga sering menggabungkan dua kemampuan sekaligus: kemampuan mengenali pola numerik dan kemampuan menerjemahkan soal cerita ke dalam operasi matematika. Kombinasi ini membuat peserta yang hanya jago hitung cepat tapi lemah membaca soal cerita, atau sebaliknya, sama-sama kesulitan.

Jenis-Jenis Pola Deret Angka yang Wajib Kamu Kenali

Ada empat jenis pola utama yang paling sering muncul di soal deret angka CPNS level HOTS.

Pola Aritmatika Bertingkat

Pola ini punya selisih antar angka yang tidak tetap, tapi selisih dari selisihnya justru konstan. Contohnya angka 2, 5, 10, 17—selisihnya 3, 5, 7, yang berarti selisih dari selisih itu tetap 2. Pola ini sering disamarkan supaya terlihat rumit padahal dasarnya sederhana.

Pola Kuadrat dan Pangkat Tersembunyi

Beberapa deret sebenarnya hanya hasil dari rumus n² atau n³ yang ditambah atau dikurangi angka tertentu. Peserta yang tidak sadar pola ini biasanya kebingungan mencari selisih konstan padahal kuncinya ada di pangkat, bukan penjumlahan berulang.

Pola Deret Ganda (Berselang-Seling)

Ini pola yang paling sering menjebak: dua pola berbeda berjalan bersamaan dalam satu deret, satu di posisi ganjil dan satu di posisi genap. Kalau kamu memaksa mencari satu pola tunggal untuk seluruh angka, kamu akan pusing sendiri.

Pola Kombinasi Operasi

Pola ini menggabungkan dua operasi berbeda secara bergantian, misalnya kali dua lalu kurang dua, berulang terus menerus. Soal jenis ini menuntut ketelitian membaca urutan operasi, bukan cuma menghitung angka besar.

Tabel Ciri-Ciri Pola Deret Angka dan Cara Mengenalinya

Jenis PolaCiri KhasCara Cepat Mengenali
Aritmatika BertingkatSelisih antar angka berubah tapi berpolaHitung selisih tingkat pertama, lalu selisih tingkat kedua
Kuadrat/PangkatAngka melompat jauh secara tidak linearCocokkan dengan barisan n², n³, atau n²+konstanta
Deret GandaJumlah angka di soal genap, terasa "acak"Pisahkan posisi ganjil dan genap, cari pola masing-masing
Kombinasi OperasiAngka naik-turun bergantianPerhatikan urutan dua operasi yang berulang

Formula "Cek Selisih Tingkat 2" ala SuratPlus

Insight yang jarang dibahas di sumber lain: sebelum menebak-nebak pola rumit, selalu cek dulu selisih tingkat pertama, lalu selisih dari selisih itu (selisih tingkat kedua). Kalau selisih tingkat kedua ternyata konstan, itu tandanya deret mengikuti pola kuadrat—dan kamu tidak perlu buang waktu mencari pola pangkat tiga atau pola rumit lainnya.

Formula ini menghemat waktu signifikan karena kebanyakan peserta langsung mencoba menghafal barisan n², n³, padahal cukup dengan dua langkah pengecekan selisih, kamu sudah bisa menyimpulkan jenis polanya tanpa tebak-tebakan. Kamu bisa melatih kecepatan formula ini lewat simulasi CAT BKN gratis di SuratPlus supaya makin terbiasa dengan tekanan waktu ujian asli.

Contoh Soal Deret Angka dan Berhitung Level HOTS CPNS 2026 Lengkap

Soal 1 — Pola Aritmatika Bertingkat
2, 5, 10, 17, 26, ...
A. 33
B. 35
C. 37
D. 39
Jawaban: C. Selisihnya 3, 5, 7, 9—selisih tingkat kedua konstan 2, jadi selisih berikutnya 11. Maka 26 + 11 = 37.

Soal 2 — Pola Kuadrat Tersembunyi
3, 6, 11, 18, 27, ...
A. 34
B. 36
C. 38
D. 40
Jawaban: C. Deret ini mengikuti rumus n² + 2 (1+2, 4+2, 9+2, 16+2, 25+2), sehingga suku ke-6 adalah 36 + 2 = 38.

Soal 3 — Pola Deret Ganda
1, 3, 4, 9, 7, 27, 10, ...
A. 30
B. 54
C. 81
D. 100
Jawaban: C. Posisi ganjil (1, 4, 7, 10) naik 3 tiap suku, sedangkan posisi genap (3, 9, 27) dikali 3 tiap suku. Suku ke-8 ada di posisi genap, jadi 27 x 3 = 81.

Soal 4 — Pola Fibonacci Modifikasi
2, 3, 5, 8, 13, 21, ...
A. 29
B. 31
C. 34
D. 36
Jawaban: C. Setiap angka adalah hasil penjumlahan dua angka sebelumnya, sehingga 13 + 21 = 34.

Soal 5 — Pola Kombinasi Operasi
5, 10, 8, 16, 14, 28, 26, ...
A. 48
B. 50
C. 52
D. 54
Jawaban: C. Polanya bergantian kali 2 lalu kurang 2. Setelah 26, operasinya kali 2, sehingga 26 x 2 = 52.

Soal 6 — Berhitung HOTS: Deret Tabungan
Seorang calon ASN menabung Rp200.000 di bulan pertama, dan setiap bulan berikutnya menabung Rp50.000 lebih banyak dari bulan sebelumnya. Berapa total tabungannya setelah 6 bulan?
A. Rp1.750.000
B. Rp1.850.000
C. Rp1.950.000
D. Rp2.050.000
Jawaban: C. Tabungan tiap bulan: 200.000, 250.000, 300.000, 350.000, 400.000, 450.000. Jika dijumlahkan, totalnya Rp1.950.000.

Soal 7 — Berhitung HOTS: Persentase Berjenjang
Sebuah instansi menargetkan kenaikan jumlah pelamar sebesar 20% setiap tahun. Jika tahun 2024 jumlah pelamar 5.000 orang, berapa perkiraan jumlah pelamar tahun 2026?
A. 6.500
B. 6.800
C. 7.000
D. 7.200
Jawaban: D. Tahun 2025: 5.000 x 1,2 = 6.000. Tahun 2026: 6.000 x 1,2 = 7.200.

Soal 8 — Berhitung HOTS: Rata-Rata Bergerak
Nilai TIU tiga peserta CPNS adalah 85, 90, dan 95. Jika ditambahkan satu peserta lagi dengan nilai 80, berapa rata-rata nilai keempat peserta tersebut?
A. 86
B. 87
C. 87,5
D. 88
Jawaban: C. Total nilai keempat peserta 85+90+95+80 = 350, dibagi 4 peserta menghasilkan rata-rata 87,5.

Cara Latihan Berhitung HOTS Tanpa Bimbel Mahal

Kunci menguasai soal deret angka dan berhitung HOTS bukan menghafal ratusan soal, tapi membiasakan diri mengenali pola lewat cek selisih bertingkat dan memecah soal cerita jadi langkah-langkah kecil. Kalau kamu ingin strategi belajar mandiri yang lebih menyeluruh, cek tips lolos SKD tanpa bimbel mahal yang sudah terbukti membantu banyak peserta CPNS lolos tanpa biaya besar.

Supaya kamu tahu target skor yang realistis, cek juga passing grade CPNS 2026 untuk memastikan berapa nilai TIU minimal yang perlu kamu kejar.

Setelah memahami pola dan formulanya, langkah paling penting selanjutnya adalah uji langsung lewat simulasi CAT BKN gratis di SuratPlus. Latihan dengan tekanan waktu asli akan membiasakanmu berpikir cepat tanpa panik saat menemui pola yang belum pernah kamu lihat sebelumnya.

Penutup: Saatnya Uji Kecepatan Berpikirmu

Soal deret angka dan berhitung level HOTS CPNS 2026 memang dirancang untuk memisahkan peserta yang benar-benar paham logika dari yang hanya menghafal pola lama. Kuasai empat jenis pola utama, pakai formula "cek selisih tingkat 2" untuk deteksi cepat, dan biasakan memecah soal cerita jadi langkah kecil yang mudah dihitung.

Kalau kamu sudah masuk tahap pendaftaran, jangan lupa siapkan juga dokumen administrasi dengan e-meterai resmi Peruri langsung dari platform, tanpa perlu antre ke toko fisik. Semua kebutuhan persiapan sampai pendaftaran CPNS bisa kamu selesaikan dalam satu tempat lewat SuratPlus.

Simpan halaman ini untuk latihan ulang menjelang ujian, dan bagikan ke teman seperjuanganmu yang juga sedang mempersiapkan CPNS 2026!