CV

14 Contoh Soft Skill dan Hard Skill dalam CV yang Disukai HRD

SuratPlus Contributor
23 Jun 2026
7 min read
Soft skill dan hard skill yang paling dicari tahun ini
Soft skill dan hard skill yang paling dicari tahun ini

Rekruter hanya butuh beberapa detik untuk memutuskan apakah sebuah CV layak dibaca lebih lanjut. Salah satu bagian yang paling cepat mereka telusuri adalah bagian skill—karena di situlah terlihat apakah kamu punya nilai yang dibutuhkan posisi tersebut atau tidak.

Menulis skill di CV bukan sekadar menyusun daftar panjang kemampuan yang kamu punya. Pemilihan yang tepat, format yang rapi, dan relevansi dengan posisi yang dilamar adalah tiga hal yang menentukan apakah bagian skill di CV-mu menjadi nilai jual atau justru diabaikan begitu saja.

Apa Bedanya Hard Skill dan Soft Skill?

Sebelum masuk ke daftar contohnya, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara keduanya.

  • Hard skill adalah keterampilan teknis yang bisa dipelajari dan diukur kemampuannya secara objektif. Contohnya termasuk membaca laporan keuangan, menulis kode program, atau mengoperasikan software desain. Hard skill biasanya diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan, atau pengalaman kerja langsung.
  • Soft skill adalah cerminan karakter dan kepribadian seseorang—bagaimana kamu berinteraksi dengan orang lain, beradaptasi dengan situasi baru, dan menyelesaikan masalah. Dikutip dari National Soft Skills Association, studi dari Harvard menunjukkan bahwa 85% kesuksesan seseorang berasal dari soft skill dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain, sementara hanya 15% datang dari pengetahuan teknis atau hard skill.

Artinya, mencantumkan soft skill yang relevan di CV bukan hal yang bisa diabaikan.

7 Contoh Hard Skill dalam CV

1. Kemampuan Analisa Data

Analisis data adalah kemampuan untuk meneliti, mengamati, dan memahami berbagai jenis data guna menemukan solusi bagi permasalahan bisnis. Kandidat dengan skill ini dapat membantu perusahaan merancang strategi berdasarkan informasi yang akurat.

Contoh skill analisa data dalam CV: Research, Data Visualization, Data Management, Forecasting.

2. Skill Desain dan Marketing

Seiring perpindahan pemasaran ke ranah digital, skill desain dan digital marketing semakin diminati banyak perusahaan dari berbagai industri.

Contoh keterampilan desain dan marketing dalam CV: Social Media Marketing, UI/UX Design, Graphic Design, Email Marketing, Content Planning, Content Strategy, SEO, Adobe Photoshop, Adobe Premiere Pro.

3. Skill Komputer

Mayoritas pekerjaan saat ini membutuhkan setidaknya keterampilan komputer dasar. Apalagi dengan berkembangnya lapangan kerja di bidang teknologi informasi, skill komputer menjadi semakin wajib dimiliki.

Contoh keterampilan komputer dalam CV: Microsoft Office Suite (Word, Excel, PowerPoint), QuickBooks, Bahasa Pemrograman (JavaScript, CSS/HTML).

4. Skill Teknis Per Bidang

Keterampilan teknis ini biasanya terkait dengan bidang teknik dan sains, dan mengharuskan penggunaan software atau alat tertentu untuk mengerjakan pekerjaan.

Contoh skill teknis dalam CV: CAD, ERP, Platform CRM, Prototyping, Drafting, STEM.

5. Skill Manajemen

Meski sebagian besar skill manajerial termasuk soft skill, seorang manajer atau pemimpin juga membutuhkan beberapa hard skill untuk menjalankan tugasnya secara efektif.

Contoh skill manajemen dalam CV: Recruiting, Public Speaking, Project Management, Negosiasi, Logistik, Product Management.

6. Skill Menulis

Kemampuan menulis sering dianggap sepele, padahal hampir semua perusahaan membutuhkannya—mulai dari membuat proposal, presentasi klien, hingga materi promosi pemasaran.

Contoh writing skill dalam CV: Copywriting, Content Writing, Email Writing, Business Writing, Writing Reports.

7. Kemampuan Bahasa Asing

Menguasai bahasa asing meningkatkan daya saingmu sebagai pelamar sekaligus membuka peluang untuk terhubung dengan pelanggan dari berbagai negara.

Penulisan kemampuan bahasa asing di CV biasanya disertai tingkat kelancaran, misalnya:

  • Bahasa Indonesia – Native
  • Bahasa Inggris – Advanced, Skor IELTS 8.0

7 Contoh Soft Skill dalam CV

1. Kemampuan Komunikasi

Komunikasi yang baik bukan hanya soal bisa berbicara dengan jelas—tapi juga kemampuan mendengar dengan empati dan menyampaikan ide secara efektif kepada klien, pelanggan, maupun rekan kerja.

Contoh skill komunikasi: Skill Presentasi, Skill Negosiasi, Komunikasi Tertulis, Komunikasi Non-Verbal.

2. Kepemimpinan / Leadership

HRD lebih suka mempekerjakan kandidat berjiwa pemimpin karena dua alasan utama: mereka cenderung menunjukkan lebih banyak inisiatif dan lebih mudah dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi.

Contoh skill kepemimpinan: Decisiveness (pengambilan keputusan), Kemampuan Mengelola Anggota Tim, Kemampuan Membimbing, Relationship Building.

3. Kreatif dan Inovatif

Kreativitas membantu perusahaan menemukan solusi segar untuk masalah yang ada. Skill ini sangat dinilai tinggi, terutama di perusahaan startup yang memberi banyak ruang bagi karyawan untuk mengembangkan ide.

Contoh skill kreatif: Curiosity, Open-Mindedness, Imagination, Problem Solving.

4. Kerjasama Tim

Kemampuan bekerja sama secara efektif dengan orang-orang di sekitar menjadi salah satu hal yang selalu dicari HRD dalam setiap proses seleksi.

Contoh skill kerjasama tim: Active Listening, Kolaborasi, Empati, Dapat Diandalkan, Bertanggung Jawab.

5. Pemecahan Masalah

Setiap tempat kerja pasti menghadapi masalah yang perlu diselesaikan. Kandidat yang mampu berpikir analitis dan menemukan solusi secara mandiri selalu punya nilai lebih di mata perusahaan.

Contoh problem solving skill: Analysis, Brainstorming, Innovation, Logical Reasoning (Penalaran Logis).

6. Perhatian Terhadap Detail

Detail-oriented membedakan kandidat yang benar-benar berdedikasi dari yang sekadar menyelesaikan tanggung jawab. Skill ini jadi sangat penting di posisi yang menuntut akurasi tinggi.

Contoh skill detail-oriented: Observant, Organized, Time Management.

7. Kemampuan Adaptasi

Lingkungan kerja terus berubah—anggota tim berganti, struktur organisasi diperbarui, perusahaan diakuisisi. Kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan ini adalah aset yang sangat berharga bagi perusahaan mana pun.

Contoh skill adaptasi: Fleksibel, mampu bersosialisasi dengan baik, kemampuan mempelajari hal baru secara cepat.

Cara Menulis Skill di CV: 4 Format yang Bisa Dipilih

1. Bullet Points

Format paling sederhana dan mudah dibaca. Rekruter bisa langsung melihat keahlianmu dalam sekali pandang—cocok untuk CV yang ingin tampil ringkas dan bersih.

2. Skill dengan Penjelasan Lanjutan

Mirip dengan format bullet points, namun ditambah kalimat penjelas yang menunjukkan bagaimana skill tersebut memberi nilai bagi perusahaan. Format ini sering ditemukan dalam CV fungsional.

Contoh penulisan:

  • Account Management – Telah sukses mengembangkan strategi untuk meningkatkan customer. Mengelola dan mengembangkan hubungan dengan 50+ customer utama.
  • Data Analis – Memiliki 3 tahun pengalaman menggunakan Python untuk mengelola data dan memberi insight kepada tim yang berbeda dalam perusahaan. Meningkatkan 20% keefektivitas.
  • Digital Marketing – Menggunakan SEO dalam penulisan artikel dan memiliki 2 tahun pengalaman iklan di Facebook Ads dengan total spending mencapai 100 juta per bulan.

3. Diintegrasikan dengan Pengalaman Kerja

Format ini menggabungkan skill langsung ke dalam deskripsi pengalaman kerja. Setiap bullet point menunjukkan kompetensi yang bisa langsung diukur hasilnya.

Contoh:

Human Resources and Talent Acquisition – PT. XYZ Internasional | 2018–Sekarang

  • Membaca acara orientasi dan perkenalan untuk 500 karyawan baru PT. XYZ dan melatih mereka menggunakan software tools seperti Salesforce.
  • Mencari, merekrut, dan mewawancarai kandidat untuk masuk ke PT. XYZ.
  • Berkolaborasi dengan media partner untuk mengadakan acara team bonding PT. XYZ.

4. Dikelompokkan Berdasarkan Kategori

Cocok untuk posisi yang membutuhkan cakupan keahlian yang luas. Skill dibagi ke dalam kelompok seperti Product, Software, User Experience, Server, Bahasa, dan sebagainya.

Tips Menulis Skill di CV agar Disukai HRD

Beberapa hal penting yang perlu kamu ingat saat mengisi bagian skill di CV:

  • Tulis skill yang relevan dengan posisi yang dilamar. Baca job description terlebih dahulu sebelum menentukan skill apa yang dicantumkan.
  • Jangan menulis terlalu banyak. Pilih maksimal 10 skill paling utama, dan tambahkan level kemampuan jika memungkinkan.
  • Riset terlebih dahulu skill yang paling dibutuhkan perusahaan atau industri yang kamu tuju.
  • Tuliskan 2–3 skill utama di bagian deskripsi diri atau career objective.
  • Jujur. Jangan mencantumkan skill yang tidak benar-benar kamu kuasai, karena saat wawancara dan bekerja, kamu harus membuktikannya.

Contoh Skill CV untuk 15 Profesi

ProfesiHard SkillSoft Skill
AkuntanMicrosoft Excel, Membaca Laporan Finansial, Perencanaan BudgetAnalisis Data, Ketelitian
ArsitekAdobe Skills, Perhitungan, CADDetail-oriented, Kolaborasi
Administration StaffMicrosoft Office, Data EntryKetelitian, Perencanaan & Penjadwalan
Customer ServiceProduct KnowledgeKreativitas, Active Listening, Problem-solving
Data AnalisSQL, Python, Machine LearningBerpikir Kritis, Skill Presentasi
Digital MarketingSEO, Google Ads, Facebook Ads, CMSKreativitas, Strategic Thinking
DokterEmpati, Critical Thinking, Kepemimpinan
Desain GrafisAdobe Photoshop, Illustrator, FigmaKreativitas, Komunikasi
GuruCurriculum DevelopmentKesabaran, Ketelitian, Komunikasi
HRDManajemen ProjekNegosiasi, Multitasking, Kolaborasi
KasirCash Management, Microsoft OfficeAkurasi, Kecekatan
Social Media SpecialistContent Creation, Strategic PlanningKreativitas, Community Management
Management TraineeSkill PresentasiDetail-oriented, Kepemimpinan
Fresh GraduateMicrosoft OfficeKomunikasi, Teamwork, Mudah Beradaptasi

Setelah Skill Siap, Pastikan Format CV-mu Juga Tepat

Mencantumkan skill yang tepat adalah langkah penting, tapi percuma jika tampilannya tidak menarik atau sulit dibaca sistem rekrutmen. Kalau kamu ingin CV yang terlihat profesional sekaligus personal, kamu bisa buat cv kreatif yang sesuai dengan kepribadian dan posisi yang kamu tuju. Sementara untuk kamu yang melamar ke perusahaan besar dengan sistem ATS, pastikan menggunakan template cv profesional yang sudah dirancang agar lolos seleksi otomatis.

SuratPlus juga menyediakan fitur AI-powered CV builder yang bisa membantu kamu menyusun deskripsi pengalaman kerja dan skill secara otomatis—tinggal isi data, pilih template, dan unduh hasilnya dalam format PDF siap kirim.

Untuk inspirasi lebih lanjut tentang cara menyusun skill berdasarkan profesi tertentu, kamu bisa lihat contoh cv content creator sebagai referensi bagaimana pencapaian dan skill ditampilkan secara konkret dan menarik di mata rekruter industri kreatif.