
SuratPlus - Dua materi ini sering dianggap "gampang", lalu diremehkan, lalu salah jawab. Padahal kisi-kisi integritas dan nasionalisme TWK CPNS 2026 menyumbang soal yang bisa kamu amankan lewat pola jawaban yang konsisten. Di TWK, jawaban benar bernilai 5 dan salah bernilai 0, jadi satu soal yang meleset langsung terasa.
Kalau kamu masih menyusun strategi belajar secara umum, baca juga tips lolos SKD tanpa bimbel sebagai fondasinya.
Jawaban Singkat: Apa yang Diuji di Materi Integritas dan Nasionalisme?
- Integritas: keselarasan antara ucapan, tindakan, dan aturan, termasuk sikap antikorupsi, antigratifikasi, dan kejujuran.
- Nasionalisme: rasa cinta dan bangga pada Indonesia yang diwujudkan lewat sikap nyata, ditambah pemahaman sejarah pergerakan nasional.
Penjelasan lengkap, pola jebakan, dan contoh soalnya ada di bawah.
Kisi-Kisi Materi Integritas TWK CPNS 2026
Nilai-Nilai yang Sering Menjadi Dasar Soal
Soal integritas biasanya bersumber dari 9 Nilai Antikorupsi versi KPK dan nilai BerAKHLAK milik ASN. Hafalkan keduanya dalam bentuk tabel ini:
| Sumber | Isi Nilai | Contoh Penerapan di Kantor |
| 9 Nilai Antikorupsi KPK | Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani, Adil | Melaporkan jam kerja sesuai kenyataan, menolak ajakan manipulasi laporan |
| BerAKHLAK | Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif | Mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran dan tugas secara terbuka |
Tiga Topik Integritas yang Paling Rawan Muncul
1. Gratifikasi dan Suap
Gratifikasi diatur dalam Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001. Pegawai wajib melaporkan gratifikasi kepada KPK paling lambat 30 hari kerja sejak diterima.
2. Konsistensi Sikap
Orang berintegritas bersikap sama, baik ada pengawas maupun tidak.
3. Keberanian Melapor
Jalur yang benar adalah pelaporan resmi (misalnya whistleblowing system), bukan main hakim sendiri atau diam saja.
Contoh Soal 1: Parsel Lebaran dari Rekanan
Soal: Menjelang Lebaran, rekanan kantor mengirim parsel mahal ke mejamu. Sikap yang tepat adalah...
- A. Membagikannya ke teman sekantor agar adil.
- B. Menerimanya karena sudah menjadi tradisi.
- C. Mengembalikannya dan, bila sudah telanjur diterima, melaporkannya sesuai ketentuan gratifikasi.
- D. Menyimpannya diam-diam sampai situasi aman.
- E. Menukar parsel itu dengan barang lain.
Kunci: C. Membagikan atau menyimpan tidak menghapus statusnya sebagai gratifikasi. Pelaporan adalah kewajiban.
Contoh Soal 2: Ajakan Mark-Up Anggaran
Soal: Atasanmu meminta kamu menaikkan harga barang di laporan pengadaan dengan alasan "untuk kas bersama". Tindakanmu...
- A. Mengikuti agar hubungan kerja tetap baik.
- B. Menolak dengan sopan, menjelaskan risikonya, dan melaporkan lewat kanal pengaduan resmi bila permintaan berlanjut.
- C. Mengikuti tetapi tidak ikut menikmati hasilnya.
- D. Pindah divisi tanpa memberi tahu siapa pun.
- E. Membicarakannya ke seluruh rekan agar ramai.
Kunci: B. Pola khas soal integritas: tolak, jelaskan, laporkan lewat jalur resmi.
Contoh Soal 3: Konsisten Saat Tidak Diawasi
Soal: Pimpinan sedang dinas luar selama seminggu. Sikap pegawai yang berintegritas adalah...
- A. Datang lebih siang karena tidak ada yang memantau.
- B. Menyerahkan pekerjaan ke rekan agar lebih santai.
- C. Tetap bekerja sesuai jam dan target seperti biasa.
- D. Bekerja keras hanya saat atasan kembali.
- E. Mengerjakan urusan pribadi selama jam kerja.
Kunci: C. Integritas diukur saat tidak ada yang melihat.
Contoh Soal 4: Menemukan Dompet Berisi Uang
Soal: Saat bertugas di lapangan, kamu menemukan dompet berisi uang dan KTP. Kamu...
- A. Mengambil uangnya, lalu membuang dompetnya.
- B. Menyimpannya karena tidak ada yang melihat.
- C. Menitipkannya ke warung terdekat.
- D. Menghubungi pemilik sesuai data KTP atau menyerahkannya ke pihak berwenang.
- E. Memotret dompet lalu mengunggahnya tanpa menghubungi siapa pun.
Kunci: D. Kejujuran harus tuntas sampai barang kembali ke pemiliknya.
Kisi-Kisi Materi Nasionalisme TWK CPNS 2026
Dua Sisi Nasionalisme yang Diuji
Soal nasionalisme biasanya terbagi dua: hafalan sejarah (tanggal, tokoh, peristiwa) dan sikap nyata (bagaimana mengamalkannya hari ini). Kuasai keduanya.
Tonggak Sejarah yang Wajib Kamu Hafal
| Peristiwa | Tanggal | Kata Kunci |
| Kebangkitan Nasional (Boedi Oetomo) | 20 Mei 1908 | Awal pergerakan nasional modern |
| Sumpah Pemuda | 28 Oktober 1928 | Satu tanah air, bangsa, bahasa persatuan |
| Proklamasi Kemerdekaan | 17 Agustus 1945 | Soekarno-Hatta |
| Sidang BPUPKI pertama | 29 Mei–1 Juni 1945 | Perumusan dasar negara |
Contoh Soal 5: Isi Sumpah Pemuda
Soal: Ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 mengandung tiga hal berikut, kecuali...
- A. Berbangsa satu, bangsa Indonesia.
- B. Bertanah air satu, tanah air Indonesia.
- C. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
- D. Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
- E. Hasil Kongres Pemuda II.
Kunci: D. Rumusan Ketuhanan Yang Maha Esa berasal dari Pancasila, bukan ikrar Sumpah Pemuda. Waspadai kata "kecuali" di soal.
Contoh Soal 6: Nasionalisme di Era Globalisasi
Soal: Contoh sikap nasionalisme paling tepat di era globalisasi adalah...
- A. Menolak semua produk luar negeri.
- B. Bangga memakai produk dalam negeri sambil tetap terbuka pada kemajuan global.
- C. Menutup akses informasi dari luar.
- D. Hanya membeli barang bermerek lokal tanpa mempertimbangkan kualitas.
- E. Meniru budaya asing agar dianggap modern.
Kunci: B. Opsi dengan kata ekstrem ("menolak semua", "menutup", "hanya") hampir selalu salah.
Contoh Soal 7: Hoaks Bernada SARA
Soal: Grup WhatsApp keluargamu ramai menyebar kabar provokatif soal konflik antarsuku yang belum jelas sumbernya. Sikapmu...
- A. Ikut menyebarkan agar keluarga waspada.
- B. Diam dan membiarkan.
- C. Memeriksa kebenarannya, menjelaskan bahwa kabar itu belum terverifikasi, dan mengajak anggota grup tidak menyebarkannya.
- D. Keluar dari grup tanpa berkata apa pun.
- E. Membalas dengan kabar provokatif lain.
Kunci: C. Nasionalisme hari ini juga berarti menjaga persatuan di ruang digital.
Contoh Soal 8: Hubungan Sila ke-3 dan Nasionalisme
Soal: Nilai yang paling mendasari semangat nasionalisme dalam Pancasila terdapat pada sila...
- A. Pertama.
- B. Kedua.
- C. Ketiga.
- D. Keempat.
- E. Kelima.
Kunci: C. Persatuan Indonesia. Pelajari juga materi lainnya di artikel Pancasila dan UUD 1945 agar saling terhubung.
Insight dari Pola Soal: Cara Membedakan Kunci dan Pengecoh
Beberapa pola yang bisa kamu pakai saat ragu:
- Jalur resmi mengalahkan jalur pribadi. Pelaporan resmi hampir selalu menang atas diam atau menghakimi sendiri.
- Kata ekstrem biasanya pengecoh. "Semua", "selalu", "tidak pernah", "hanya" patut dicurigai.
- Tuntas lebih unggul dari setengah-setengah. Menolak lalu melapor lebih kuat daripada menolak saja.
- Bedakan "kecuali" dan "yang benar". Banyak peserta salah bukan karena materi, tetapi karena salah membaca perintah soal.
Latih dengan Simulasi, Bukan Hanya Membaca
Membaca kisi-kisi saja belum cukup. Coba kerjakan soal dalam kondisi nyata lewat simulasi CAT BKN gratis di SuratPlus, lalu catat topik yang masih sering salah. Ketika masuk tahap pendaftaran, kamu juga bisa membubuhkan e-meterai di dokumen persyaratan langsung dari platform yang sama, jadi persiapan ujian dan administrasi tidak perlu berpindah tempat.
Sudah tahu target skornya? Cek passing grade CPNS 2026 untuk menentukan seberapa banyak soal TWK yang harus kamu amankan.
Penutup
Menguasai kisi-kisi integritas dan nasionalisme TWK CPNS 2026 bukan soal menghafal semuanya, tetapi memahami pola: pilih jalur resmi, hindari opsi ekstrem, dan kuasai tonggak sejarahnya.
Simpan artikel ini di bookmark browser kamu, bagikan ke teman seperjuangan CPNS, dan lanjutkan belajar lewat artikel lain di kategori CPNS SuratPlus. Semangat, kamu pasti bisa!