
SuratPlus - Deret angka CPNS sering jadi momok tersendiri di subtes TIU, padahal polanya itu-itu saja kalau kamu sudah hafal rumusnya. Soal jenis ini muncul hampir di setiap paket SKD, dan uniknya, kesalahan paling umum bukan karena peserta nggak bisa berhitung, tapi karena salah menebak pola sejak detik pertama. Artikel ini membongkar tujuh pola deret angka yang paling sering keluar di CPNS 2026, lengkap dengan cara cepat mengenalinya dan puluhan contoh soal biar kamu nggak kaget lagi di CAT BKN.
Kenapa Deret Angka Sering Bikin Nilai TIU Anjlok?
Jawaban singkatnya: karena peserta buru-buru menghitung selisih angka pertama dan kedua saja, lalu langsung menyimpulkan pola tanpa mengecek angka ketiga dan keempat.
Padahal deret angka CPNS dirancang untuk menjebak pola tebakan cepat. Contohnya, deret 2, 4, 8, 14, 22 terlihat seperti pola +2 di awal, tapi kalau kamu cek lebih teliti, selisihnya justru naik bertahap: +2, +4, +6, +8. Kalau kamu berhenti di dua angka pertama, kamu akan salah pilih jawaban meskipun perhitunganmu sendiri benar.
Masalah kedua adalah manajemen waktu. TIU punya banyak subtes lain seperti analogi verbal dan silogisme, jadi kalau satu soal deret angka menyita dua menit lebih, waktumu untuk soal lain ikut terpotong. Makanya, menghafal pola bukan sekadar soal nilai — ini soal strategi waktu di ruang ujian.
7 Rumus Deret Angka CPNS 2026 yang Wajib Kamu Kuasai
Berikut tujuh pola dasar yang mencakup hampir seluruh variasi soal deret angka yang keluar di SKD, dari yang paling sederhana sampai yang sering bikin peserta salah kaprah.
1. Deret Aritmatika (Selisih Tetap)
Pola paling dasar: setiap angka bertambah atau berkurang dengan jumlah yang sama.
Rumus: Un = a + (n-1)b, di mana a adalah angka pertama dan b adalah selisih tetap.
Contoh Soal
Deret: 5, 9, 13, 17, ... Selisih tetap adalah +4. Maka angka berikutnya adalah 17 + 4 = 21.
Contoh lain: 40, 35, 30, 25, ... Selisihnya -5, jadi angka berikutnya adalah 20.
2. Deret Geometri (Rasio Tetap)
Setiap angka merupakan hasil kali angka sebelumnya dengan rasio tertentu.
Rumus: Un = a × r^(n-1), di mana r adalah rasio perkalian.
Contoh Soal
Deret: 3, 6, 12, 24, ... Rasio tetap adalah ×2. Maka angka berikutnya adalah 24 × 2 = 48.
Deret 2, 6, 18, 54, ... juga pola serupa dengan rasio ×3, sehingga jawabannya 162.
3. Deret Fibonacci
Setiap angka adalah hasil penjumlahan dua angka sebelumnya. Pola ini sering dikira rumit, padahal cukup mengingat satu aturan saja.
Rumus: Un = U(n-1) + U(n-2)
Contoh Soal
Deret: 1, 1, 2, 3, 5, 8, ... 13 + 8 = 21, jadi angka setelah 13 adalah 21.
Variasi CPNS biasanya memulai dengan angka selain 1, misalnya 2, 3, 5, 8, 13, ... yang tetap mengikuti logika penjumlahan dua angka sebelumnya, sehingga angka berikutnya adalah 21.
4. Deret Kuadrat dan Pangkat
Deret ini melibatkan angka yang merupakan hasil kuadrat, pangkat tiga, atau kombinasi keduanya dengan penjumlahan.
Contoh Soal
Deret: 1, 4, 9, 16, 25, ... Ini adalah pola kuadrat dari 1², 2², 3², 4², 5², sehingga angka berikutnya adalah 6² = 36.
Variasi lain: 2, 5, 10, 17, 26, ... Polanya adalah n² + 1, sehingga angka setelah 26 (yaitu 6² + 1) adalah 37.
5. Deret Kombinasi Dua Pola (Selang-seling)
Ini pola yang paling sering menjebak peserta karena sebenarnya ada dua deret berbeda yang disatukan secara berselang-seling.
Contoh Soal
Deret: 2, 10, 4, 8, 6, 6, 8, ... Kalau dipisah, posisi ganjil (2, 4, 6, 8) naik +2, dan posisi genap (10, 8, 6) turun -2. Maka angka berikutnya (posisi genap) adalah 6 - 2 = 4.
Cara mengenalinya: kalau selisih antar-angka berurutan terlihat tidak konsisten arahnya (naik-turun-naik-turun), coba pisahkan jadi dua deret berdasarkan posisi ganjil dan genap.
6. Deret Naik Turun Tidak Beraturan (Level Berbeda)
Pola ini terlihat acak sekilas, padahal punya dua lapis aturan berbeda pada tingkat selisihnya.
Contoh Soal
Deret: 3, 4, 7, 8, 11, 12, ... Pola berulang: +1, +3, +1, +3, +1, +3. Maka angka setelah 12 adalah 12 + 1 = 13.
7. Deret Huruf-Angka Campuran
Meskipun jarang, pola ini kadang muncul dalam variasi soal TIU yang menggabungkan simbol angka dan urutan alfabet.
Contoh Soal
Deret: A2, C4, E6, G8, ... Huruf melompat dua posisi (A, C, E, G, I) dan angka bertambah +2 (2, 4, 6, 8, 10). Maka jawabannya adalah I10.
Tabel Cepat: Kenali Pola Deret Angka dalam 5 Detik
Sebelum menghitung apa pun, cek dulu ciri-cirinya di tabel ini. Kebiasaan ini yang membedakan peserta yang selesai 30 soal TIU tepat waktu dengan yang keteteran di soal terakhir.
| Jenis Pola | Ciri Cepat Dikenali | Langkah Pertama |
| Aritmatika | Selisih antar-angka sama persis | Kurangi dua angka berurutan |
| Geometri | Angka melompat cepat (kelipatan) | Bagi dua angka berurutan |
| Fibonacci | Angka ketiga = jumlah dua angka sebelumnya | Jumlahkan dua angka terakhir |
| Kuadrat/Pangkat | Lompatan makin besar secara drastis | Cek apakah angka = hasil kuadrat |
| Kombinasi Selang-seling | Naik-turun tidak konsisten | Pisahkan posisi ganjil dan genap |
| Level Berbeda | Selisih berulang dalam siklus | Cari pola selisih yang berulang tiap 2-3 angka |
| Huruf-Angka | Ada gabungan huruf dan angka | Pisahkan pola huruf dan pola angka |
Strategi Menjawab Deret Angka di CAT BKN Biar Nggak Kehabisan Waktu
Insight yang jarang dibahas: kecepatan mengenali pola jauh lebih penting daripada kecepatan berhitung. Peserta yang terbiasa langsung menghitung selisih tanpa strategi biasanya justru lebih lambat, karena mereka baru sadar pola salah di tengah jalan dan harus mengulang dari awal.
Triknya, latih dirimu untuk selalu cek minimal tiga selisih berurutan sebelum menyimpulkan pola — bukan cuma dua angka pertama. Kebiasaan kecil ini bisa menghemat waktu signifikan kalau dikalikan dengan puluhan soal deret angka yang muncul di satu sesi ujian.
Kalau kamu ingin merasakan tekanan waktu ujian sungguhan sebelum hari-H, coba simulasi CAT BKN gratis di SuratPlus. Sistemnya meniru kondisi ujian asli lengkap dengan timer dan skor otomatis, jadi kamu bisa tahu persis di pola deret angka mana kamu paling sering terjebak.
Selain latihan soal, cara belajar yang efisien juga penting biar kamu nggak buang waktu dan biaya untuk bimbel yang belum tentu cocok. Baca dulu tips lolos SKD tanpa bimbel supaya persiapanmu lebih terarah dari sekarang.
Latihan Soal Deret Angka CPNS 2026
Coba kerjakan cepat, lalu cocokkan jawabanmu di bawah.
- 7, 14, 21, 28, ... → 35 (aritmatika, +7)
- 5, 15, 45, 135, ... → 405 (geometri, ×3)
- 1, 3, 4, 7, 11, 18, ... → 29 (fibonacci, dua suku sebelumnya)
- 100, 81, 64, 49, ... → 36 (kuadrat menurun: 10², 9², 8², 7², 6²)
- 4, 9, 8, 7, 12, 5, ... → 16 (kombinasi selang-seling: +4, +4, +4 dan -2, -2, -2)
- 2, 3, 5, 6, 8, 9, ... → 11 (level berbeda: +1, +2 berulang)
- B3, D6, F9, H12, ... → J15 (huruf lompat 2, angka +3)
- 10, 20, 40, 70, 110, ... → 160 (selisih naik: +10, +20, +30, +40, +50)
Kalau dari delapan soal ini kamu masih ragu di dua atau tiga nomor, itu wajar. Tandai pola mana yang paling sering bikin kamu salah, lalu ulangi latihan khusus pola itu saja — jangan belajar semua pola sekaligus tanpa fokus.
Kapan Waktu Terbaik Belajar Deret Angka Sebelum Ujian SKD?
Idealnya, mulai latihan deret angka minimal enam minggu sebelum jadwal ujianmu, dengan porsi bertahap: dua minggu pertama fokus mengenali pola dasar, dua minggu berikutnya latihan soal campuran dengan timer, dan dua minggu terakhir simulasi penuh mendekati kondisi CAT BKN asli.
Ingat juga bahwa nilai TIU yang bagus percuma kalau subtes lain di bawah ambang batas, karena sistem kelulusan SKD memakai passing grade per subtes, bukan cuma nilai total. Cek detail lengkapnya di passing grade CPNS 2026 supaya target belajarmu lebih jelas per subtes.
Setelah dinyatakan lolos administrasi dan mulai menyiapkan berkas pendaftaran, kamu juga akan butuh materai resmi untuk mengesahkan surat lamaran atau surat pernyataan. Daripada antre beli materai fisik, kamu bisa membubuhkan e-meterai langsung secara online, praktis dan resmi terintegrasi Peruri.
Saatnya Latihan, Bukan Cuma Menghafal
Menghafal ketujuh rumus di atas hanya langkah pertama. Kunci sesungguhnya ada di jam terbang mengerjakan soal, karena semakin sering kamu bertemu variasi deret angka, semakin cepat otakmu mengenali pola tanpa perlu berpikir panjang. Simpan halaman ini biar bisa kamu buka lagi saat butuh contekan cepat sebelum ujian, dan bagikan ke teman seperjuanganmu yang juga sedang mempersiapkan CPNS 2026. Kalau kamu ingin persiapan yang lebih terarah lagi, jelajahi lebih banyak materi belajar di SuratPlus — mulai dari latihan soal sampai dokumen pendaftaran, semua ada dalam satu platform.