
SuratPlus - Di balik kelancaran operasional sebuah perusahaan sehari-hari, selalu ada satu sosok yang bekerja keras memastikan semua sistem berjalan sesuai rencana. Sosok itu adalah manajer operasional—posisi yang perannya sering berada di balik layar, tapi dampaknya terasa di setiap lini bisnis.
Apa itu Manajer Operasional?
Manajer operasional adalah orang yang bertanggung jawab dalam mengelola seluruh persoalan yang berlangsung dalam sebuah perusahaan, termasuk pengelolaan tenaga kerja maupun barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan tersebut.
Secara ringkas, operations manager adalah pimpinan dalam sebuah instansi yang bertugas meningkatkan kinerja organisasi dengan cara mengatur dan meminimalisir risiko yang mungkin terjadi dalam proses operasional. Karena cakupan pekerjaannya sangat luas, kemampuan komunikasi dan manajemen yang kuat menjadi syarat mutlak untuk menjalankan peran ini secara efektif.
Berapa Gaji Manajer Operasional?
Dengan tanggung jawab sebesar itu, kompensasi yang diterima pun sepadan. Di Indonesia, rata-rata gaji manajer operasional per bulan berkisar di angka dua digit, yaitu sekitar Rp10.000.000 per bulan. Tentu saja, nominal ini sangat bervariasi tergantung pada perusahaan tempat bekerja, pengalaman yang dimiliki, dan skill yang dikuasai.
Tugas dan Tanggung Jawab Manajer Operasional
Meski spesifikasi tugasnya berbeda-beda di setiap perusahaan, secara umum pekerjaan manajer operasional mencakup pemantauan, analisis sistem produk, dan penyusunan strategi untuk meningkatkan performa bisnis. Berikut rincian tanggung jawabnya:
- Mengawasi kualitas produk dalam perusahaan
- Mengkoordinasikan dan memantau aktivitas produksi serta distribusi unit operasional
- Mengevaluasi laporan operasional dan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan
- Menganalisis dan berpartisipasi dalam pengembangan SOP produksi dan distribusi
- Mengawasi persediaan barang atau jasa dan letak fasilitas operasional
- Melakukan eliminasi atau pengurangan terhadap pengeluaran operasional yang tidak perlu atau di luar standar
- Membantu meningkatkan efektivitas operasional perusahaan secara keseluruhan
Sekitar enam puluh persen tugas manajer operasional berkisar pada pengawasan dan koordinasi, sementara sisanya mencakup manajemen produksi, keuangan, dan rekrutmen.
Skill yang Wajib Dimiliki Manajer Operasional
1. Kepemimpinan
Seorang manajer operasional hampir selalu bekerja bersama tim dalam menjalankan tugas hariannya. Skill kepemimpinan membantu dalam mengarahkan anggota tim saat berinovasi, mengelola ide-ide baru, dan memotivasi seluruh personel. Lebih dari itu, jiwa kepemimpinan yang kuat juga berperan dalam menyelesaikan konflik yang mungkin muncul di tengah proses kerja.
2. Kemampuan Analisis, Perencanaan, dan Penyusunan Strategi
Ketiga kemampuan ini masuk dalam kategori hard skill yang sangat berkaitan langsung dengan job desk manajer operasional. Kemampuan menganalisis kondisi lapangan, merencanakan langkah ke depan, dan menyusun strategi yang tepat menjadi fondasi dalam mengambil keputusan operasional yang efektif dan efisien.
3. Manajemen Sumber Daya
Selain memimpin, manajer operasional juga harus mampu mengelola dan meningkatkan efektivitas serta efisiensi Sumber Daya Manusia di perusahaan. Caranya adalah dengan menciptakan komunikasi yang saling mendukung antar divisi dan melakukan evaluasi serta peningkatan secara berkala.
4. Manajemen Keuangan
Manajer operasional kerap terlibat langsung dalam urusan keuangan perusahaan, mencakup:
- Perencanaan keuangan jangka pendek dan jangka panjang
- Mengawasi sistem dan kontrol keuangan
- Mengawasi kebijakan fiskal bersama COO perusahaan
5. Manajemen Produksi
Kemampuan mengidentifikasi proses peningkatan dalam sistem produksi juga menjadi kompetensi inti yang dibutuhkan. Tujuannya agar seluruh sistem dan peraturan perusahaan tetap berjalan secara maksimal dan selaras dengan visi serta misi awal perusahaan.
Cara Menjadi Manajer Operasional
1. Tempuh Pendidikan yang Relevan
Langkah pertama adalah memilih jurusan kuliah yang berkaitan langsung dengan dunia manajemen operasional. Beberapa jurusan yang paling relevan antara lain:
- Bisnis Manajemen
- Administrasi Bisnis
- Akuntansi
Ilmu yang diperoleh dari ketiga bidang studi ini akan membangun pemahaman mendasar tentang cara kerja operasional bisnis dari berbagai sudut pandang.
2. Raih Sertifikasi Profesional
Di luar pendidikan formal, mengikuti program pelatihan dan mendapatkan sertifikasi juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Beberapa program pelatihan manajer operasional tersedia di lembaga seperti MMA Center, UMN, dan institusi serupa yang menawarkan kurikulum berbasis praktik.
3. Bangun Pengalaman yang Relevan
Latar belakang pendidikan bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Pengalaman kerja—termasuk magang—adalah salah satu kunci terpenting dalam karier manajer operasional. Banyak keterampilan manajerial yang hanya bisa dipelajari secara nyata saat terjun langsung ke lapangan.
4. Buat CV yang Kuat dan Profesional
Setelah memiliki pendidikan, sertifikasi, dan pengalaman yang cukup, langkah terakhir adalah menyiapkan CV yang mampu merepresentasikan semua itu secara efektif kepada rekruter.
Untuk posisi manajerial seperti ini, CV yang bersih, terstruktur, dan berbasis pencapaian konkret adalah standar yang diharapkan. Pastikan kamu memperhatikan detail visual seperti foto profil yang profesional—baca panduan lengkap tentang contoh foto cv agar foto yang kamu lampirkan memenuhi standar rekrutmen.
Untuk tampilan CV, sesuaikan dengan target perusahaan. Jika melamar ke perusahaan kreatif atau startup, cv kreatif bisa menjadi pilihan yang lebih menonjol. Namun jika target kamu adalah perusahaan besar atau korporasi yang menggunakan sistem seleksi otomatis, pastikan menggunakan cv ats yang dirancang kompatibel dengan Applicant Tracking System agar CV-mu tidak tersaring sebelum sempat dibaca manusia.
Tantangan yang Dihadapi Manajer Operasional
Profesi ini bukan tanpa hambatan. Beberapa tantangan nyata yang sering dihadapi manajer operasional antara lain:
- Mengawasi dan meningkatkan produktivitas karyawan yang rendah
- Mengatasi masalah kualitas produk yang di bawah standar
- Mengelola konflik internal antar departemen atau divisi
- Menjaga keseimbangan antara efisiensi biaya dan kualitas output
Kemampuan untuk menghadapi tantangan-tantangan ini secara tenang dan sistematis adalah yang membedakan manajer operasional yang baik dari yang biasa.